Di Banyuwangi, kata Kapolresta, fokus pengamanan berada di Pelabuhan PT ASDP Ketapang, pelabuhan rakyat, termasuk pengamanan laut serta Bandara Internasional Banyuwangi.
“16 November 2022 bukanlah pertemuan yang biasa, Karena merupakan forum utama kerjasama ekonomi global yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar,” terang Kapolresta.
Kombes Pol Deddy menyampaikan bahwa, ada berbagai simulasi pengamanan untuk memastikan kegiatan KTT presidensial G20 tersebut. Beberapa hal yang diantisipasi yakni, masih terjadinya gerakan aksi terorisme dan radikalisme yang mengancam kedaulatan NKRI.
“Perlu diingatkan bahwa tanggung jawab pengamanan bukanlah tugas yang ringan. Harus kita siapkan semaksimal mungkin dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di atas pundak kita kehormatan negara menjadi tanggung jawab kita semua, harga diri bangsa harus kita pertaruhkan dengan sekuat tenaga,” tegasnya.
Sehingga perlu adanya langkah yang serius dalam pengamanan G20 ini. Selain itu, adanya kedatangan tokoh-tokoh penting, kepala negara ataupun kepala pemerintahan negara-negara besar juga menjadi perhatian.
Kombes Pol Deddy menyampaikan bahwa forum KTT G20 mewakili lebih dari 75 persen perdagangan dunia yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting kepala kepala negara ataupun kepala pemerintahan negara-negara besar. (**)












