Polresta Banyuwangi Fasilitasi HPN 2026, Teguhkan Sinergi Media untuk Pers Sehat dan Bangsa Kuat

by -6 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.comPolresta Banyuwangi memfasilitasi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Ballroom Aston Banyuwangi, Senin (9/2/2026), sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dengan insan pers. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara Polri, media, dan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas informasi serta membangun bangsa di tengah tantangan era digital.

Peringatan HPN 2026 mengusung tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Tema tersebut menegaskan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membangun kesadaran publik, stabilitas sosial, dan ketahanan ekonomi nasional.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melalui Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono, menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers di Kabupaten Banyuwangi. Ia juga mengapresiasi kehadiran pimpinan media, organisasi pers, LSM, serta seluruh undangan yang hadir dalam suasana kebersamaan.

Menurutnya, sinergi antara Polresta Banyuwangi dan insan media sangat penting dalam menjaga kebenaran informasi di ruang publik.
“Pers yang sehat adalah pers yang profesional, independen, serta mampu menyajikan berita yang akurat dan berimbang. Dari situlah kepercayaan masyarakat tumbuh,” ujarnya.

AKBP Teguh menjelaskan, tema HPN 2026 mengandung makna mendalam. Pers yang sehat akan melahirkan ekosistem informasi yang kredibel. Ketika informasi dipercaya publik, stabilitas sosial dan ekonomi akan lebih terjaga. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi media agar pers tidak mudah terpengaruh kepentingan tertentu.

“Pers yang mandiri secara ekonomi akan lebih berani menyuarakan kebenaran. Inilah fondasi menuju bangsa yang kuat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar di era digital, khususnya maraknya hoaks, disinformasi, dan konten tidak berkualitas. Fenomena post-truth, di mana kebenaran dapat direkayasa melalui pembentukan opini publik, disebutnya sebagai ancaman serius bagi kehidupan berbangsa.

“Pers harus menjadi solusi, bukan bagian dari masalah. Kolaborasi antara media, pemerintah, dan Polri sangat diperlukan untuk menangkal hoaks dan menghadirkan informasi yang mencerdaskan,” katanya.

AKBP Teguh menegaskan, Polri berkomitmen menjaga kebebasan pers serta membuka ruang komunikasi dan kerja sama yang sehat. Polri memandang pers sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan nasional maupun daerah.

Sementara itu, Ketua PWI Banyuwangi Budi Wiriyanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polresta Banyuwangi yang memfasilitasi peringatan HPN 2026. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk penghargaan nyata terhadap profesi jurnalis.

Ini kerja sama yang luar biasa. Hari ini kita berkumpul, merayakan HPN bersama dengan megah di hotel bintang empat. Ini menunjukkan bagaimana Polresta Banyuwangi menghargai profesi jurnalis,” ungkapnya.

Menurut Budi, penghargaan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab. Jika insan pers telah menerima kepercayaan, maka harus memberikan timbal balik berupa karya jurnalistik yang berkualitas.

“Yang bisa kita berikan adalah pemberitaan yang menyejukkan, mencerdaskan, dan membangun,” tegasnya.

Ia menambahkan, kritik tetap menjadi bagian dari tugas pers, namun harus disampaikan secara beretika dan tidak bernada nyinyir. Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 disebutnya sebagai panglima dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Budi juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa profesi jurnalistik dilindungi undang-undang dan tidak dapat serta-merta dipidana, selama wartawan menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik.

“Wartawan bukan kebal hukum. Kuncinya ada pada kode etik, salah satunya prinsip check and balance. Setiap berita harus diverifikasi, dikonfirmasi, dan diuji kebenarannya sebelum dipublikasikan,” jelasnya.

Dari unsur pemerintah daerah, Sekretaris Dinas Kominfo Banyuwangi Rahmawati Setyoardini menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam perjalanan Banyuwangi hingga dikenal luas seperti saat ini.

“Keberhasilan Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari peran teman-teman pers. Dari era media cetak, berkembang ke media online, hingga kini berdampingan dengan media sosial, pers selalu memegang peran strategis,” ujarnya.

Rahmawati, yang akrab disapa Dini, juga menyinggung semangat Tandang Bareng yang dicanangkan Banyuwangi pada 2025, sebagai ajakan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama membangun daerah di tengah keterbatasan fiskal.

“Melalui karya jurnalistik yang sehat, beretika, dan mencerahkan, pers ikut membangun Banyuwangi. Mari kita bangun narasi positif tentang daerah ini,” katanya.

Ia juga mendorong insan pers untuk berbagi nilai-nilai kode etik jurnalistik kepada para pegiat media sosial agar ekosistem informasi digital semakin sehat dan bertanggung jawab.

Peringatan HPN 2026 di Banyuwangi kembali menegaskan bahwa Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama. Pers diharapkan terus adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetap berpegang pada etika, serta menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan persatuan bangsa./////////

iklan warung gazebo