Polres Situbondo Terjunkan Tim Gabungan Usut Misteri Tewasnya Satu Keluarga di Desa Demung

by -31 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W Sulaksono
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi


Situbondo, seblang.com – Kabut duka dan teka-teki menyelimuti Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Penemuan jenazah satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak pada Minggu pagi (28/12/2025) memicu penyelidikan intensif oleh tim gabungan lintas satuan.

Kapolres Situbondo, AKBP Rezi, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kasus yang menyita perhatian publik tersebut. Hingga Senin sore (29/12/2025), garis polisi masih terpasang ketat di lokasi kejadian, sementara tim ahli terus bekerja melakukan pemeriksaan di dalam rumah korban.

Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur. Mengingat kompleksitas kasus, Polres Situbondo mendapat dukungan penuh dari Tim Jatanras Polda Jawa Timur, Inafis, serta Laboratorium Forensik (Labfor).

“Kami menerima laporan pertama pada Minggu pukul 09.30 WIB. Sejak saat itu hingga sore ini, tim masih berada di lapangan untuk melakukan olah TKP lanjutan dan pendalaman terhadap material bukti,” ujar AKBP Rezi kepada awak media.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, para korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Luka fatal teridentifikasi pada bagian leher yang mengenai organ vital.

“Secara kasat mata, luka tusukan di bagian leher menjadi penyebab utama kematian. Kondisi tersebut mengakibatkan korban kehilangan banyak darah secara drastis serta mengalami gagal napas. Namun, untuk rincian medis lebih lanjut, kami masih menunggu laporan resmi hasil otopsi dari tim medis RSUD,” jelasnya.

Di tengah berkembangnya berbagai spekulasi di masyarakat, AKBP Rezi mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia menegaskan, hingga kini kepolisian belum menetapkan motif maupun status pasti peristiwa tersebut.

“Kami belum dapat menyimpulkan apakah kejadian ini merupakan pembunuhan berencana, perampokan, atau kemungkinan lain. Bahkan, status apakah ini pembunuhan atau bunuh diri masih kami dalami melalui sinkronisasi bukti fisik dan keterangan para saksi,” tegas Kapolres.

Dalam proses penyelidikan, penyidik juga menghadapi kendala teknis. Perangkat kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban diketahui tidak berfungsi atau dalam kondisi mati, sehingga tidak dapat langsung digunakan sebagai petunjuk awal.

“Kami memastikan penyelidikan dilakukan secara maksimal dan profesional. Dengan dukungan penuh dari Polda Jawa Timur dan tim forensik, kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara terang benderang guna memberikan keadilan bagi para korban,” pungkas AKBP Rezi.

iklan warung gazebo