Langkah-langkah ini, menurut Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. sebagai upaya untuk menjaga Pilkades serentak berjalan aman dan kondusif.
“Lima titik penempatan ini, untuk memudahkan pergeseran personel secara cepat, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya
Polres Ponorogo sebelumnya juga melakukan pemetaan dalam kontestasi Pilkades serentak di Ponorogo itu. Korps Bhayangkara itu memetakan tingkat kerawanan desa-desa yang ikut Pilkades.
Dari 23 desa yang melaksanakan Pilkades ada beberapa desa yang menjadi atensi terkait pengamanannya.
“Kita lakukan pemetaan dari desa-desa yang mengikuti Pilkades serentak ini. Jadi dari 23 desa yang ikut, ada 15 desa yang kita petakan aman,” tegasnya
Ia pun menyebut bukan berarti 8 desa sisanya itu masuk rawan, hanya saja 8 desa itu tingkat pengamanannya bakal diperketat. Bahwa pemetaan kerawanan yang Polres Ponorogo lakukan berdasarkan kontentestan dari calon kepala desa (cakades) itu sendiri.
“Sebanyak 15 desa yang dinyatakan aman itu mayoritas cakadesnya diisi oleh pasangan suami istri, sehingga tingkatnya bisa dikatakan lebih aman dari pada kontestannya benar-benar rivalitas murni,” tutup AKBP Catur.(Humas)










