“Kami mewakili keluarga korban Tragedi Kanjuruhan ingin bangkit. Kami ada di fase ingin menatap masa depan, karena jalan kami di depan masih sangat panjang,” ucap Vincentius.
Vincent menjelaskan, ia bersama keluarga korban yang lain telah membentuk paguyuban. Dimana setiap 3 bulan sekali, mereka akan berkumpul untuk silaturahmi dan saling menguatkan satu sama lain.
“Keluarga sudah membentuk paguyuban, dari 73 keluarga, 61 sudah masuk dalam paguyuban. Setiap 3 bulan kami berkumpul untuk saling menguatkan dan berbagi informasi,” jelasnya.
Vincent juga mengapresiasi pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Malang, yang telah membantu keluarga korban untuk kepengurusan administrasi SIM.
“Terimakasih untuk Pak Kapolres yang telah menjembatani, ini merupakan suatu titik bagi kami untuk berusaha selanjutnya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang HM Sanusi mengatakan akan terus memperhatikan seluruh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang berasal dari Kabupaten Malang.
Pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah anggaran serta fasilitas kesehatan bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, biaya pengobatan keluarga korban tragedi Kanjuruhan seluruhnya akan ditanggung pemerintah.
Bupati mempersilahkan keluarga korban untuk datang ke Puskesmas dan rumah sakit pemerintah Kabupaten Malang.
“Kita berikan pelayanan gratis, kalau masih ada keluhan bisa ke RSUD Kanjuruhan, termasuk Keluarga korban kita tanggung semuanya, semua kita jamin,” kata Sanusi.
Bupati juga berjanji akan membantu keluarga korban yang mengalami kesulitan dalam hal pendidikan untuk jenjang SD dan SMP. Pihaknya juga siap berkomunikasi kepada pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Malang untuk menjembatani keluarga korban yang hendak mengenyam pendidikan di pondok pesantren.
“Kita bantu, nanti dikomunikasikan dengan pengurus pondok,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan ditutup dengan doa bersama serta pemberian santuan oleh Kapolres Malang beserta Bupati Malang. (u-hmsresma)












