Tulungagung, seblang.com – Acara Carnaval yang seharusnya menjadi ajang hiburan di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, berubah menjadi adegan penganiayaan yang melibatkan peserta acara dan penonton.
Insiden ini terjadi pada Senin, (16/10/2023) sekitar pukul 22.00 WIB. Korban ARS (17), warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Pucanglaban babak belur yang diduga dihajar empat peserta.
Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno menjelaskan, sebelum kejadian, korban ARSĀ saat itu sedang berjalan kaki mencari makan.
Ketika dia berpapasan dengan rombongan peserta carnaval yang mengenakan sound system dan kaos putih dengan rafia pembatas, korban didorong untuk minggir.
Ketika itu, kata Kasihumas, korban sempat memperingatkan peserta dengan kata-kata, “Mas ojo ndadak jongkrokne” (Tolong jangan mendorong).
Namun, tiba-tiba salah satu peserta carnaval langsung memukul korban. Teman-teman pelaku turut melakukan pemukulan dan penendangan terhadap korban hingga membuatnya tidak berdaya.











