“Pemilu adalah gelar penting dalam demokrasi kita sehingga semua harus berupaya untuk mewujudkan harapan dan terselenggaranya pemilu yang damai, jujur, dan adil,” tambahnya.
Dalam konteks ini, bulan bakti budaya yang dicanangkan oleh Polda Jatim diharapkan dapat menciptakan stabilitas kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilu tahun 2024. Kakorbinmas Baharkam Polri menekankan peran budaya sebagai jembatan interaksi efektif untuk menyampaikan pesan-pesan di masyarakat.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto, menjelaskan bahwa bulan bakti budaya ini memberikan ruang bagi interaksi antara Polisi dan masyarakat. “Tujuannya adalah menciptakan komunikasi yang lebih luwes dan mudah diterima, khususnya dalam menyampaikan pesan kamtibmas menuju Pemilu yang aman dan damai,” kata Kapolda Jatim.
Bambang Suprayogo, warga Pabean Sedati, dari komunitas Karawitan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Jawa Timur yang menggelar budaya wayang kulit. Ia melihat hal ini sebagai tanda bahwa Polisi tetap peduli terhadap budaya yang memiliki peran besar dalam mempersatukan masyarakat.
Dengan pagelaran wayang kulit ini, diharapkan netralitas Polri menjelang Pemilu akan memberikan kedamaian, kenyamanan, dan menciptakan iklim yang kondusif.///////











