Meski begitu, imbuh Danang, tetap ada beberapa kegiatan atau program yang tidak di E-katalogkan, melainkan melalui tender ataupun PL.
“Karena itu sebuah pilihan. Yang jelas semua UMKM kita dahulukan. Untuk konstruksi, saya tegaskan bukan pabrikan yang saya utamakan, semuanya kontraktor,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Danang pun menyentil proyek pengerjaan yang dilakukan dengan cara tender, tetapi tidak terselesaikan.
“Misalnya kita tenderkan 2 Milyar, tetapi ditawar 1 Milyar. Setelah menjadi pemenang tender pekerjaan tidak diselesaikan. Terus siapa yang rugi? Ya masyarakat,” selorohnya.
Untuk itu, lanjut Danang, dengan E-Katalog, dapat meminimalisir hal tersebut dan lebih efektif.
Ia juga mengatakan, dengan diterapkanya sistem tender tersebut, pasti akan didapatkan pemenang yang memang bisa bekerja secara profesional dan bisa menyelesaikan proyek tepat serta berkualitas./////











