Pada kesempatan itu, Ipuk turut membeberkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang menunjukkan sejumlah catatan penting. Sebanyak 53,15 persen masyarakat kurang aktivitas fisik, 29 persen obesitas sentral, 20,3 persen overweight, 19,4 persen hipertensi, sekitar 10 persen pradiabetes, dan 12,8 persen merokok.
“Ini alarm yang harus kita jawab bersama. Jika tidak ada gerakan kolektif, penyakit metabolik diprediksi meningkat dan membutuhkan biaya penanganan yang sangat besar,” ujar Ipuk.
Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. “Bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Membangun kesehatan harus dimulai dari individu, keluarga, hingga komunitas. Dari keluarga yang sehat akan lahir masyarakat yang kuat,” imbuhnya.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Bupati Ipuk menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan institusi yang berdedikasi di sektor kesehatan. Antara lain Andik Basuki (Camat Pesanggaran) dan Hartono (Camat Banyuwangi) yang dinilai berperan aktif dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB).
Penghargaan juga diberikan kepada Pdt. Anang Sugeng dan KH Astro Junaedi sebagai tokoh agama peduli kesehatan, serta kepada puskesmas berkinerja terbaik, Puskesmas Bersemangat Kerja dengan Hati, posyandu berprestasi, dan kader posyandu berprestasi. (*)











