PGRI Versi Sudarman Batal Gelar Aksi Damai Tuntut Pengosongan Gedung Guru Indonesia Banyuwangi

by -13 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi, seblang.com – Jajaran pengurus dan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) versi kelompok Sudarman membatalkan atau menunda aksi demonstrasi damai di Gedung Guru Indonesia, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi, yang semula direncanakan berlangsung pada Sabtu (10/1/2026) sore.

Ketua PGRI Banyuwangi, Sudarman, mengatakan ada sejumlah pertimbangan yang melatarbelakangi pembatalan atau penundaan aksi tersebut. Salah satunya karena tuntutan pengosongan Gedung Guru atau Gedung PGRI yang berada di sebelah selatan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi telah terpenuhi.


“Fakta di lapangan, Gedung Guru hari ini dalam kondisi kosong. Benar-benar sudah dikosongkan. Ini merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas Dinas Pendidikan serta Polresta Banyuwangi,” ujar pria yang akrab disapa Eyang Kakung itu dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan serta Kapolresta Banyuwangi yang dinilai telah berupaya menjaga marwah PGRI Banyuwangi.

Alasan kedua pembatalan atau penundaan aksi damai, lanjut Sudarman, adalah komitmen keluarga besar guru untuk mendukung terwujudnya keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Banyuwangi. Terlebih, dalam beberapa hari terakhir Polresta Banyuwangi tengah disibukkan dengan rangkaian kegiatan pisah sambut pejabat Kapolresta lama dan baru.

“Untuk itu, aksi damai yang rencananya digelar Sabtu (10/1/2026) kami nyatakan batal atau ditunda,” tegasnya.

Sudarman menjelaskan, aksi damai dinyatakan batal apabila situasi kondusif tetap terjaga hingga terbitnya keputusan inkracht dari Mahkamah Agung (MA) RI. Namun, aksi akan ditunda apabila setelah pembatalan ini masih terdapat pihak-pihak yang mengingkari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus cabang, ranting, serta anggota PGRI Banyuwangi yang tetap solid dan kompak, sembari menunggu perkembangan lanjutan terkait rencana aksi damai ke depan.

“Salah satu komitmen yang dihasilkan dalam pertemuan sebelumnya adalah Kapolresta Banyuwangi yang baru menjadikan penyelesaian persoalan PGRI Banyuwangi sebagai atensi dan prioritas untuk segera didamaikan,” pungkas Sudarman.///////

iklan warung gazebo