Sebagai Ketua PGRI Banyuwangi, Darman menegaskan yang dipahami adalah kebutuhan guru dan tenaga pendidik yang berdasarkan data secara nasional kekurangan pegawai 1, 6 juta personal.
Khusus kabupaten Banyuwangi pada tahun 2021 mengusulkan PPPK guru sebanyak 3.624 formasi. Sedangkan yang mendaftar dan mengikuti tahapan seleksi pada 2021 tercatat 2.773.
“Sudah ujian dan seleksi pada gelombang pertama dan kedua bahkan sudah melakukan pemberkasan 2.070. Untuk gelombang pertama dua orang mengajukan pengunduran diri dan 1.109 orang sudah turun SK per April dan Mei 2022 mendapatkan gaji. Sisanya semga segera tuntas,” imbuh mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Cluring itu.
Untuk Kabupaten Banyuwangi masih ada 981 yang belum lolos seleksi gelombang pertama dan kedua yang seharusnya mengikuti seleksi tahun 2021 gelombang tiga akhir tahun lalu. Sampai saat ini belum ada kejelasan bahkan informasi dari pusat, gelombang ketiga 2021 akan diikutsertakan dalam seleksai gelombang pertama tahun 2022.
”Itu menjadi peserta gelombang pertama 2022 atau tetap menjadi peserta gelombang tiga 2021. Yang terpenting bagi kami teman-teman bisa mengikuti dan terseleksi serta berharap semua guru yang ada di Banyuwangi bisa ikut dan lolos termasuk usulan PGRI kepada Pemkab Banyuwangi untuk membuka peluang formasi guru agama di SD dan formasi TK dan PAUD,” pungkas Sudarman.
Sementara Nafi’ul Huda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pendidikan Pelatihan (BKD & Diklat) Kabupaten Banyuwangi mengungkapkan perkembangan info seleksi PPPK gelombang 3 tahun 2021 hanya menjawab singkat , “Boten enten mas gelombang 3 atau tidak ada gelombang tiga. Untuk formasi 2022 belum ada kabar dari Kemenpan RB RI,” jelas Huda lewat sambungan WhatsApp (WA) pada Jumat (10/06/2022).///











