Petani dan Pembeli Kopi dari Luar Negeri Bisa Bertemu di Ijen Cofee Market 2022

by -976 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Saat ini, imbuh Ipuk, beberapa negara produsen utama kopi dunia seperti Brazil dan Kolombia menghadapi tantangan karena perubahan iiklim dan cuaca ekstrem yang melanda negara-negara tersebut. Akibat dari cuaca ekstrem tahun lalu, negara-negara ini kehilangan lahan perkebunan kopi dan perlu waktu pemulihan. Harga kopi dunia pun merangkak naik.

“Maka ini peluang besar bagi petani dan UMKM kopi untuk membuat jalur pemasaran digital langsung ke berbagai negara,” tambah Ipuk.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, program ini merupakan komitmen untukĀ  membantu produk lokal berkolaborasi dengan Kanada, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk meningkatkan ekspor kopi.

“Kopi merupakan salah satu komoditas penting ekspor. Karena itu dengan bussines meeting ini bisa mempermudah dan memberikan benefit yang real pada petani dan pelaku UMKM kopi,” kata Jerry.

Jerry mengatakan ekspor non migas Indonesia, termasuk di dalamnya kopi, mulai Januari hingga Juni 2022, mencapai 24,56 Miliar USD. “Jadi tidak benar kalau Indonesia nilai ekspornya kecil,” kata Wamendag.

Jerry mengatakan dalam Ijen Coffee Market ini, petani dan pelaku UMKM kopi didorong untuk tidak hanya mengekspor kopi mentah namun dalam produk olahan kopi sehingga menambah nilai ekonomi.

Lebih jauh Jerry juga mengapresiasi langkah-langkah Banyuwangi dalam meningkatkan UMKM. “Saya mengapresiasi program-program Banyuwangi, seperti UMKM Naik Kelas, digitalisasi pelaku UMKM, ongkos kirim gratis,” kata Jerry.

Di Ijen Coffe Market juga dilibatkan petani dan pelaku UMKM kopi sekitar kawasan Ijen, seperti Bondowoso dan Situbondo. (*)

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *