Madiun,seblang.com – Berita dalam genggaman diera digital saat ini sangat diminati oleh kalayak pembaca,kemudahan untuk mengakses informasi menjadi alasan tersendiri bagi para pembaca.Media online menjadi pangsa pasar yang menguntungkan bagi perusahaan Pers.Karena,pengguna media sosial di Indonesia sudah melebihi setengah jumlah penduduk Indonesia. Sehingga,media sosial menjadi ladang yang luas untuk persebaran banyak informasi.
Kendati begitu,tumbuhnya dunia digital Indonesia tidak selamanya membawa angin segar. Banyak para pengguna mencari celah guna meraup keuntungan dengan menggunakan berbagai cara untuk kepentingan tertentu. Salah satunya, membuat media online dan menyebarkan informasi berbau provokasi hingga,mengintimidasi narasumber, kabar bohong dan bikin gerah berbagai kalangan.
Menanggapi hal itu,Suprapto, jurnalis senior yang ada Madiun memberikan tanggapan tentang maraknya media online abal-abal yang menjamur diberbagai wilayah di Indonesia.Banyak ciri-ciri media abal-abal yang saat ini berseliweran dijejaring digital.Hal itu tentunya membuat resah berbagai kalangan.
Dikatakanya,ciri-ciri dari media abal-abal yakni,mereka membuat banyak halaman web portal berita dengan menggunakan satu perizinan media yang terdaftar,menulis dengan bahasa provoaktif untuk memojokan pihak tertentu,judul yang cenderung umpan balik,dan tentunya para penulisnya kurang memahami kode etik jurnaliatik.
“Kegiatan media abal-abal yang kian menjamur itu tentunya membuat berbagai kalangan merasa resah,termasuk kita sendiri sebagai jurnalis.terkadang saya bertanya kepada diri saya sendiri,ketika penulisnya menulis sebuah berita yang dalam isi berita tersebut tidak memenuhi unsur 5w 1h dalam etik jurnalistik,apakah redaksi atau pihak perusahaan tidak menyaring dahulu tulisanya,mas nya pernah baca kan media dengan tulisan aburadul”Ungkap Prapto
Lebih lanjut,pihaknya juga memberikan beberapa tips kepada masyarakat terlebih narasumber untuk mengetahui media yang termasuk katagori abal-abal.











