Ia menargetkan cakupan kepesertaan JKN mencapai 99 persen penduduk pada 2029. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan kepesertaan. “Tidak boleh ada daerah yang justru mengalami penurunan jumlah peserta JKN. Selain memperluas cakupan, kualitas layanan kesehatan juga harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiah mengatakan, capaian UHC di Kabupaten Situbondo tidak terlepas dari komitmen Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam mendukung Program Berantas (Berobat Gratis Tanpa Batas), yang menjadi program unggulan Pemkab Situbondo di bidang kesehatan.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Situbondo telah mencapai 99,12 persen dari total penduduk. Adapun tingkat keaktifan peserta tercatat sebesar 81,22 persen. “Kami menargetkan ke depan dapat meraih predikat madya dengan tingkat keaktifan minimal 85 persen. Untuk itu, diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ulfiah.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Titus Sri Hardianto turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam mempertahankan status UHC Prioritas. Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan menjadi kunci keberhasilan perluasan dan keberlanjutan Program JKN.
“Semoga penghargaan ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan Program JKN sehingga manfaat UHC dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Situbondo,” kata Titus.










