Perpusnas RI Angkat Naskah Kuno Banyuwangi sebagai Ingatan Kolektif Nasional

by -2844 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono


Ipuk menjelaskan bahwa Banyuwangi telah berupaya keras dalam melestarikan naskah kuno dan praktik kebudayaan yang terkait. “Melalui Perpustakaan Daerah, kami telah mengumpulkan, mengkatalog, dan menerjemahkan naskah-naskah kuno yang ditemukan di Banyuwangi,” jelasnya.

Sampai saat ini, telah ada enam buku yang didasarkan pada naskah kuno Banyuwangi yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi. Beberapa di antaranya adalah Lontar Sri Tanjung, Lontar Hadis Dagang, Katalog Naskah Kuno Banyuwangi (Edisi I dan II), dan Candra Jagat. Pada tahun 2024 ini, rencananya akan diterbitkan edisi transliterasi dan terjemahan Lontar Yusup Murub Muncar.

“Buku-buku ini tersedia untuk dibaca di perpustakaan daerah atau diakses melalui website Perpustakaan Daerah,” tambah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi, Zen Kostolani.

Selain usaha pelestarian naskahnya, Banyuwangi juga aktif dalam menjaga tradisi yang terkait. Salah satunya adalah tradisi pelantunan tembang berbasis naskah kuno yang dikenal sebagai mocoan (Osing) dan mamaca (Madura).

Peneliti naskah kuno Banyuwangi dari Universitas PGRI Banyuwangi, Wiwin Indiarti, menegaskan bahwa tradisi living manuscript di Banyuwangi terus dipelihara, termasuk dalam cara membaca dan menembangkannya.

“Generasi muda juga mulai tertarik untuk mempelajari mocoan, yang merupakan bagian integral dari living manuscript. Contohnya adalah komunitas Mocoan Lontar Yusup Milenial,” ungkapnya.

Keberadaan naskah kuno di Banyuwangi juga terkait erat dengan tradisi pesantren yang memainkan peran penting dalam memadukan Islam dan kebudayaan lokal. Ayung Notonegoro dari Komunitas Pegon menyatakan bahwa banyak pesantren di Banyuwangi menyimpan naskah kuno, tidak hanya yang berhubungan dengan agama, tetapi juga sastra dan sejarah. Komunitas Pegon sendiri memiliki lebih dari lima puluh naskah kuno yang berasal dari berbagai pesantren di Banyuwangi.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *