Lalu, siapa saja sebenarnya Perempuan-perempuan yang menjadi pelanggan atau klien si Dukun Lintrik? “Pelanggan utamanya adalah para pekerja seks komersial (PKS) atau orang-orang nakal lainnya. Dan rata-rata para Dukun Lintrik itu pasti punya pelanggan PKS yang dipegangnya,” kata Suhaimi.
Suhaimi juga membenarkan bahwa ilmu Lintrik itu tidak mudah untuk dipelajari atau dimiliki oleh seseorang. Menurutnya, kebanyakan ilmu Lintrik itu merupakan warisan dari pemilik sebelumnya.
“Kalau sekadar dipelajari tentang bagaiman cara membaca kartunya, atau cara-cara penggunaannya, ya bisa saja. Tetapi untuk mempraktekkannya kan harus dengan mantra. Itu yang tidak semua orang bisa. Biasanya, mantra-mantra itu sengaja diwariskan atau diajarkan oleh pendahulunya kepada orang-orang tertentu yang dipilihnya. Jadi, orang-orang yang punya ilmu Lintrik itu umumnya merupakan pemberian atau warisan dari orang-orang sebelumnya,” ungkapnya.











