Banyuwangi, seblang.com – Tentang anggapan bahwa ilmu Lintrik identik dengan Perempuan, juga dibenarkan oleh Ketua Adat Osing Desa Kemiren, Suhaimi. Menurutnya, dalam sejarahnya sejak zaman dahulu hanya sosok Perempuan yang suka menggunakan kartu Ceki itu sebagai media untuk melakukan hal-hal yang bersifat magis.
Pada zaman sekarang ini, secara fakta memang lebih banyak sosok Perempuan yang bermain ilmu Lintrik, baik itu sebagai profesi atau digunakannya untuk kepentingan sendiri
“Kalaupun ada, tetapi jarang sekali yang namanya Dukun Lintrik Laki-laki. Biasanya, ilmu Lintrik yang dipraktekkan oleh dukun laki-laki itu mudah kalis atau luntur. Yang umum yang menjadi Dukun Lintrik adalah adalah Perempuan. Mengapa demikian, karena ilmu Lintrik itu sangat manjur atau hebat bila yang menggunakan atau yang mempraktekkan seorang Perempuan,” jelas Suhaimi.











