Hal serupa juga disampaikan Andika Rahman selaku AVP, Head of AI BRI. Ia menyebut, saat ini Bank BRI masih melakukan reseach dalam rangka menyongsong metaverse. Soalnya, kata dia, sebagai bank yang masuk ke pelosok, tidak semua menjangkau internet.
“Kami sadar bahwa saat ini belum bisa semua full digital karena banyak nasabah yang berada di pelosok. Sehingga bank konvensional yakni nasabah datang ke bank tetap ada,” ujarnya.
Meski begitu, berbagai layanan juga sudah disiapkan yang arahnya ke digital. Tentunya era digital tetap dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan zaman.
Pembicaraan lain yakni Teguh Kurniawan Harmanda selaku Co-Founder & COO Tokocrypto, mengatakan sektor keuangan saat ini tidak bisa lari dari era digital. Termasuk dengan adanya kripto. Ia menyebut manfaat aset kripto sangat besar bagi perekonomian nasional. “Teknologi blockchain dengan mekanisme basis data lanjutan yang memungkinkan berbagi informasi secara transparan dalam jaringan bisnis menjadi lahan pekerjaan baru bagi masyarakat,” terangnya.
Indonesia Digital Conference (IDC) adalah agenda tahunan AMSI untuk memotret tren digital dan menjadi momentum refleksi para pelaku industri digital termasuk para pemilik media siber.
IDC 2022 digelar atas kerjasama USAID, Internews dan disponsori PT Astra Internasional, Huawei Indonesia, Bank BNI, PT PLN, Jixie, Merdeka Copper Gold, Bank BRI, Astra Honda Motor, dan LinkNet.
Tahun ini, IDC 2022 mengambil tema Web 3.0, Peluang dan Tantangan Model Bisnis di Era Digital. Digelar secara hibrid dan disiarkan di sejumlah channel youtube anggota AMSI yang tersebar di 24 wilayah di Indonesia.(*)











