Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi, Sardiyanto, menambahkan bahwa Dharma Santi adalah kesempatan penting untuk memperkuat nilai-nilai Tri Hita Karana, ajaran Hindu yang menekankan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Ia juga mengutip filosofi tat twam asi, yang berarti “aku adalah engkau,” sebagai dasar etika sosial dalam memperlakukan siapa pun dengan adil dan tanpa diskriminasi.
“Siapa pun dia, apa pun agamanya, sudah sepatutnya diperlakukan setara. Itulah nilai luhur yang kami pegang,” ujarnya.
Turut hadir dalam perayaan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Choiri Hidayat; Wakil Bupati Banyuwangi periode 2021–2024, Sugirah; serta perwakilan berbagai organisasi lintas agama, menegaskan semangat kebersamaan yang terus dijaga di tengah keberagaman.///////










