Sebelumnya diberitakan Yerikho Christphor Tuasela secara pribadi tidak ingin ikutan terlibat dalam pengaturan skore. Dia murni hanya ingin membantu teman tetapi ternyata begitu peristiwa match fixing mencuat semua memberikan pengakuan yang berbeda yang mengakibatkan dirinya mendapatkan sanksi yang sangat berat yaitu larangan seumur hidup bermain di IBL.
“Soal sanksi saya mengakui salah karena anak-anak ada yang mengajak tetapi pribadi tidak mau ikutan murni cuma ingin membantu tetapi setelah mencuat ternyata semua anak-anak mengaku dengan hal yang berbeda,” jelas Pebasket kelahiran Kediri 27 Desember1995 itu.
Salah Seorang skuad Tim Basket PON Jatim yang menjadi Runner Up PON 2016 menambahkan Uang tersebut memang masuk ke rekeningnya dan ditransfer kembali ke pihak kedua yang bermain curang.
“Total Rp. 84 juta dan itu semua uda saya transfer full ke teman saya yang bermain. Itu nominal mereka yang mau mengalah dan sisanya itu masih ada lagi tapi saya gatau, karena waktu itu saya ga mau ikut-ikutan buat lihat marketnya,” imbuhnya.












