Ipuk menjelaskan bahwa Banyuwangi telah menerapkan berbagai program peningkatan mutu literasi, numerasi, dan sains bagi siswa. Salah satunya adalah kerja sama dengan Prof. Yohanes Surya dalam memberikan pelatihan berhitung cepat menggunakan metode Smart Gasing Banyuwangi. Metode ini mengintegrasikan pengajaran matematika dengan pengembangan kecerdasan lainnya, seperti musikal, logika matematika, dan kinestetik.
“Matematika adalah salah satu ilmu terpenting yang membentuk logika dan kemampuan analisis anak,” tegas Ipuk. Ia juga menambahkan bahwa sejak 2017, Banyuwangi rutin menggelar festival sastra untuk meningkatkan literasi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menegaskan bahwa capaian angka literasi dan numerasi Banyuwangi tahun 2024 masuk dalam kategori Baik. “Ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kita telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi dan numerasi,” tutupnya.











