Banyuwangi, seblang.com – Pengurus cabang olahraga (Pengcab) memberikan reaksi beragam terhadap rencana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi yang akan menggelar rapat koordinasi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 13.00 WIB di Sekretariat KONI Banyuwangi, Jalan Kalasan No. 16.
Surat undangan dengan tema rapat koordinasi cabang olahraga (cabor) tersebut telah dikirim oleh staf KONI dan diterima oleh para pengurus cabor anggota KONI Banyuwangi.
Rencana rapat koordinasi ini membuat sejumlah pengurus cabor terkejut sekaligus gembira.
Salah satunya disampaikan oleh pengurus cabang olahraga Perpani Banyuwangi, Bonavita Budi Wijayanto, yang akrab disapa Totok. Ia menyatakan, hampir delapan bulan setelah gelaran Porprov Jatim IX di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu) pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025, tidak ada agenda pertemuan antara pengurus cabor dan KONI Banyuwangi.
“Seharusnya setelah Porprov Malang Raya usai, ada rapat evaluasi hasil Porprov Jatim IX. Namun, kenyataannya tidak ada rapat maupun interaksi antara cabang olahraga dan KONI Banyuwangi setelah itu,” ujar Totok, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, pengurus cabor juga masih menanti kekurangan dana pembinaan sebesar Rp500 juta yang dijanjikan sebelum kontingen diberangkatkan ke Malang Raya.
“Pengurus cabor mengetahui dana pembinaan tahun 2025 sebesar Rp800 juta, namun baru disalurkan Rp300 juta. Dana tersebut dibagi rata kepada 35 cabang olahraga, masing-masing menerima sekitar Rp8,5 juta,” jelasnya.
Sementara itu, sisa dana sebesar Rp500 juta hingga kini belum juga dicairkan. Padahal dana tersebut dijanjikan akan diberikan setelah Porprov Jatim IX Malang Raya selesai.
“Hal ini pernah disampaikan oleh Bapak Alfin selaku Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi saat pelepasan atlet di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi,” imbuhnya.
Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait, baik dari Dispora maupun KONI Banyuwangi.
Selain itu, agenda rapat kerja tahunan yang biasanya digelar pada awal tahun hingga akhir Maret juga tidak terlaksana.
“Sesuai kearifan lokal, kegiatan Halal Bihalal Idulfitri pun belum ada, padahal bisa menjadi ajang silaturahmi antara pengurus cabor dan KONI Banyuwangi,” tambah pelatih cabang olahraga panahan tersebut.
Sementara itu, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Banyuwangi, Pujo Waluyo, mengaku gembira saat menerima undangan rapat koordinasi yang dibagikan melalui aplikasi WhatsApp.
“Semoga melalui rapat koordinasi ini, para pengurus cabang olahraga bisa mendapatkan jawaban atas berbagai ketidakpastian yang selama ini terjadi,” harapnya./////










