Banyuwangi, seblang.com – Program Rujuk Balik (PRB) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kian dirasakan manfaatnya oleh peserta. Salah satunya Aekanu Hariyono, pensiunan PNS, yang mendampingi sang istri menjalani pengobatan penyakit kronis.
Aekanu menceritakan, istrinya, Restu Hariningsih, sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup drastis pada 2022. Saat itu, ia tiba-tiba lemas dan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya didiagnosis stroke dan diabetes melitus.
“Langsung kami bawa berobat. Kondisinya waktu itu cukup mengkhawatirkan,” ujar Aekanu, Selasa (24/2/2026).
Selama kurang lebih empat tahun, istrinya menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan. Setelah kondisi gula darah dinyatakan stabil, dokter spesialis penyakit dalam memberikan rujukan balik agar pengobatan dapat dilanjutkan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
PRB merupakan layanan dalam Program JKN bagi peserta dengan penyakit kronis yang kondisinya sudah stabil. Peserta tetap dapat melanjutkan pengobatan rutin di FKTP sesuai rekomendasi dokter spesialis.
Menurut Aekanu, perubahan kondisi sang istri kini sangat terasa. Jika sebelumnya aktivitas sehari-hari terbatas, kini sudah kembali normal, bahkan mampu menggunakan tangan kanan untuk makan.
“Dulu sempat tidak bisa digerakkan, sekarang sudah jauh lebih baik. Itu juga karena rutin menjalani rehabilitasi medik,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh biaya pengobatan yang ditanggung BPJS Kesehatan tanpa tambahan biaya. Hal tersebut dinilai sangat membantu keluarga dalam menjalani pengobatan jangka panjang.
Tak hanya itu, pelayanan PRB di Klinik Brawijaya juga dinilai lebih praktis. Proses pengambilan obat lebih cepat dibandingkan di rumah sakit sehingga memudahkan pasien, terutama yang tinggal jauh dari fasilitas rujukan.
“Antreannya lebih singkat, tidak seribet di rumah sakit. Tapi kualitas obat tetap sama sesuai resep dokter spesialis,” ungkapnya.
Selain pelayanan medis, Aekanu juga mendapatkan edukasi dari dokter terkait pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan menghindari makanan tinggi gula serta lemak.
“Dari situ saya juga belajar bagaimana mendampingi istri sekaligus melakukan pencegahan,” tambahnya.
Aekanu berharap masyarakat dapat memanfaatkan Program JKN, khususnya PRB, sebagai solusi layanan kesehatan berkelanjutan bagi penderita penyakit kronis.
“Sakit itu datang tiba-tiba. Tapi alhamdulillah kami punya perlindungan JKN, jadi pengobatan terasa lebih ringan dan tidak memberatkan biaya,” tutupnya./////////












