Gaung menjelaskan, hampir semua sapi perah di tempat kita di area Grati dan Lekok terserang virus PMK.
“Sapi terserang PMK ini meraka tidak mau makan dan minum, karena kesulitan makan dan minum akhirnya energi sapi berkurang. Sehinga, tidak memungkinkan untuk di perah,” jelasnya.
Oleh karena itu lebih lanjut, produksi sekarang ini sangat menurun drastis. Itu hanya dari segi produksi saja, belum lagi kerugian sapi mati kemudian sapi dijual murah, hal itu sangat merugikan para peternak.
“Para peternak sapi yang menyetorkan susu ke Koperasi ada 370 orang peternak, yang mana sapi di koperasi kita populasinya ada 3000 ekor sapi,” tegasnya.///









