Program Wulandari merupakan akronim pengendalian inflasi dan pemasaran produk dalam negeri. “Prinsipnya, Wulandari adalah Warung pengendalian inflasi, kita akan menyediakan barang-barang yang dalam penilaian inflasi itu memiliki nilai pergerakan fluktuasi harga. Jadi kalau harga barang murah, akan menjadi semakin murah. Wulandari menyediakan harga barang dengan harga yang di bawah harga pasar. kita menjualnya di bawah harga pasar, jadi Wulandari bukan untuk cari keuntungan,” jelas Bupati Ikfina.
Disampikan pula, Wulandari menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengendalikan supaya harga barang-barang yang sama yang dijual di pasar yang Mojosari ini, nanti tidak melambung naik tinggi. Wulandari akan ada beras dari Bulog yang harganya pasti lebih murah. Program Wulandari juga adalah untuk memfasilitasi para IKM. Program Wulandari dimulai di Pasar Raya Mojosari. Dan akan di buka Wulandari di 20 pasar yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto M Iwan Abdillah mengatakan, Wulandari adalah sebagai upaya pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk mengendalikan inflasi, apalagi menjelang akhir tahun. Dimana setiap akhir tahun atau yang dikenal Natarru, kebutuhan harga pokok naik, sehingga dengan adanya Wulandari ini, pihaknya bekerjasama dengan bulog, berupaya untuk menyediakan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang sesuai dengan harga eceran. Wulandari ini menyiapkan beras, gula, minyak dan lainnya. “Kita akan kembangkan terus di 20 pasar yang ada di Kabupaten. Kita tetap komitmen memberikan program program terbaik untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan itu, juga diberikan penghargaan pada masing masing OPD yang andil besar dalam pembelian barang barang di online Pemkab Mojokerto.//////










