Hal, ini menjadi perhatian para aktivis Deni Rico Lembaga Tapal Kuda geram atas sikap dan perkataan pengelola Wisata Beach Forest.
“Nada yang tidak pantas diucapkan ini menjadi sebuah pelecehan kepada profesi wartawan yang hendak meluruskan temuan dari beberapa lembaga, dan waktu dekat ini kami akan mempersiapkan segala hal apa yang sudah menjadi temuan kami nantinya dan saya pastikan akan melaporkan Polda Jawa Timur, karena ini menjadi beban moral bagi kami jika kami tidak bisa mengungkapkan fakta apa yang sebenarnya sudah terjadi,” ujarnya.
Deni Rico juga menambahkan jika dirinya akan segera melaporkan apa yang sudah menjadi kekecewan para wartawan, “Ini sudah kami anggap sebuah pelecehan profesi wartawan dan lembaga yang mengatakan, wartawan sebatas uang rokok,” ucapnya.
Salah seorang pemerhati lingkungan asal Desa Arjasa Situbondo, Arif Ismail juga mengatakan kekecewaannya karena belum sempat mempertanyakan permasalahan sudah mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
“Saya bermaksud untuk sekedar konfirmasi bersama teman teman wartawan, namun sampai di sana sudah mendapat tanggapan dan respons yang kurang menyenangkan, dianggap kami meminta uang rokok, dan menantang kami untuk segera melaporkan dan menyuruh para wartawan untuk menulis sebanyak banyaknya dengan nada menantang dan tak pantas diucapkan pengelola wisata Beach Forest,” pungkasnya.//////










