Banyuwangi, seblang.com – Misteri hilangnya seorang pendaki di kawasan Kawah Ijen masih belum terpecahkan. Hingga hari kedua pencarian, korban bernama Dikri belum juga ditemukan.
Peristiwa ini bermula pada Rabu (18/2/2026) dini hari. Dikri bersama empat temannya yakni Deni, Slamet H, Alvin, dan Imam Masduki berangkat dari rumah Slamet menuju Paltuding dengan sepeda motor sekitar pukul 00.00 WIB.
Rombongan tiba di Paltuding sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah beristirahat, mereka melanjutkan pendakian menuju kawah Ijen pada pukul 02.00 WIB dan tiba di puncak sekitar pukul 03.00 WIB.
Namun, kelelahan membuat mereka beristirahat hingga tertidur. Saat terbangun, Dikri sudah tidak berada di lokasi.

“Teman-temannya sempat melakukan pencarian di sekitar kawah, namun tidak ditemukan,” ujar Kapolsek Licin, AKP Karyadi, Kamis (19/2/2026).
Sekitar pukul 06.00 WIB, keempat rekan Dikri turun kembali ke Paltuding untuk melanjutkan pencarian. Upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil.
Akhirnya, kejadian itu dilaporkan kepada orang tua korban dan diteruskan ke Polsek Licin.
Memasuki hari kedua, tim gabungan masih berjibaku melakukan pencarian. Unsur yang terlibat antara lain Polsek Licin, BPBD, Basarnas, BKSDA TWA Kawah Ijen, Mapala, relawan, serta masyarakat sekitar.
“Pencarian masih terus dilakukan, namun hingga saat ini korban belum ditemukan,” tegas AKP Karyadi.
Hingga berita ini ditulis, proses pencarian masih berlangsung dengan menyisir sejumlah titik di kawasan Kawah Ijen. Kondisi medan yang ekstrem serta kabut tebal menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.












