Banyuwangi, seblang.com – Penari Seblang Olehsari, Sayu Apriliani, bersama para budayawan dan pelestari adat di Kecamatan Glagah mengikuti Halal Bihalal bersama keluarga besar Kecamatan Glagah. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Rabu (1/4/2026).
Hadir dalam acara tersebut antara lain Plt Camat Glagah, Kapolsek Glagah, perwakilan Koramil Glagah, Kepala KUA, kepala desa/lurah, jajaran pengurus MUI, Ketua MWC NU, Ketua PC Muhammadiyah, Ketua PC LDII, tokoh masyarakat, serta para budayawan dan pelestari adat.
Selain itu, turut hadir Ketua Dharma Wanita, Ketua Bhayangkari Kecamatan, dan tokoh perempuan di wilayah Glagah.

Plt Camat Glagah, Ali Imron, mengatakan kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan dengan Kebersamaan dan Saling Memaafkan” ini bertujuan mempererat silaturahmi dan menambah persaudaraan.
Ali Imron juga mengutip hadis Nabi bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
“Sebagai Camat Glagah yang baru, kegiatan ini menjadi sarana menambah persaudaraan (seduluran),” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya mendapat pengalaman berharga saat bersilaturahmi dengan masyarakat dalam ritual Barong Ider Bumi di Desa Kemiren serta tradisi Seblang Olehsari.
Ali Imron berharap para kepala desa/lurah yang memiliki ritual adat dapat mengundang pihak kecamatan, dan ia akan berupaya untuk hadir.
“Semua yang hadir dalam acara ini adalah supertim yang menentukan baik buruknya Kecamatan Glagah,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan alasan mengundang penari Seblang Olehsari beserta pendukungnya karena tradisi tersebut telah dikenal hingga mancanegara.
Bahkan, ia sempat berbincang dengan wisatawan asing asal Korea, Jepang, dan Meksiko yang menyaksikan langsung ritual Seblang Olehsari dan mendokumentasikannya untuk disebarkan di negara mereka.
Dalam kesempatan itu, Ali Imron juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan bingkisan, serta mendoakan para pelaku adat dan pelestari budaya agar selalu sehat, sukses, dan bahagia.
“Kami mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini masih terdapat kekurangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Glagah, Iptu Edy Jaka Sufa’at, mengakui masih adanya kekurangan dalam pelayanan kepolisian dan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.
Menurutnya, masyarakat Glagah dikenal kuat dalam menjaga dan melestarikan adat, khususnya budaya Suku Osing.
Selain itu, wilayah Glagah juga memiliki banyak potensi wisata alam dan kuliner.
Untuk itu, pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kondusivitas wilayah.
“Tanpa dukungan semua elemen, kami tidak akan mampu menciptakan kamtibmas dan menjaga kondusivitas wilayah Glagah,” ujarnya.//////










