Seperti diberitakan sebbelumnya M. Arifin, Kepala Desa (Kades) Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi mengungkapkan apabila tidak ada keseriusan dalam semua pihak dalam menangani permasalahan lahan pertanian produktif, tidak menutup kemungkinan lahan pertanian di Desa Kemiren dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang tinggal cerita saja.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir di desanya sekitar 5 – 20 persen lahan pertanian sudah beralih fungsi menjadi resto, cafe dan bangunan yang terkait dengan sektor pariwisata.
“Kekuatiran kami yang di desa mulai krisis sumber daya manusia di bidang pertanian. Branding desa dengan destinasi wisata baik alam maupun kuliner maka akan menjadi daya tarik investor luar untuk masuk ke desa,” jelas Arifin.
Ayah dua anak itu menuturkan apabila generasi muda mulai tida suka dengan bidang pertanian tentunya akan menjadi krisis bagi upaya mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.
Tidak menutup kemungkinan lahan pertanian warisan dari generasi sebelumnya akan dijual dengan nominal yang cukup besar untuk saat ini, tambahnya.












