Puguh menambahkan, adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang arah kebijakan penyederhanaan birokrasi. Selain itu, juga untuk menjamin seluruh tugas dan fungsi pemerintahan berjalan dengan maksimal.
“Ini diadakan agar dapat mencapai tujuan sehingga proses transisi dalam penyederhanaan birokrasi ini tidak menyebabkan proses bisnis berhenti. Atau tidak ada hambatan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat,” ulas Puguh.
Sementara itu, untuk metode sosialisasi dilakukan pengarahan Bupati Situbondo yang diwakili Sekdakab H Syaifullah. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber dan diskusi serta tanya jawab.
“Kami menghadirkan dua penyaji materi, diantaranya Dr Rozi Beni (Kasubid Wilayah II, Fasilitasi Kelembagaan dan Perangkat Daerah Ditjen Otda) serta Ranto Bernard, (Analis Kepegawaian Ahli Muda, Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Perangkat Daerah, Ditjen Otda),” beber Puguh.
Masih kata Puguh peserta sosialisasi diikuti sekitar 200 orang. Mereka terdiri dari peserta tatap muka langsung yang diikuti sebanyak 90 orang yang terdiri dari Kepala Dinas/Badan, Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah yang masing-masing mengikutsertakan 2 orang pejabat fungsional hasil penyetaraan jabatan.
“Sisanya peserta secara daring yang diikuti oleh para Sekretaris Perangkat Daerah, Kepala Bidang dan Pejabat Fungsional hasil penyetaraan jabatan,” pungkas Puguh.












