Pemkab Mojokerto melalui BPKAD Gebyar Inovasi Digital Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Keuangan Daerah

by -9 Views
Wartawan: Rahmat
Editor: Herry W Sulaksono


  • CAKEP (Aplikasi Pencatatan Keuangan Terpadu): Mempercepat penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) agar lebih efektif, efisien, dan akurat.

  • CARAKA (Catatan Ragam Kegiatan dan Agenda): Mengurutkan, memetakan, dan mengalokasikan aktivitas berdasarkan waktu, serta mengirimkan data kepada pengguna melalui WhatsApp.

  • KEBO ANABRANG (Komponen Belanja Online dan Standar Harga Barang): Sistem berbasis website untuk menghimpun data komponen dan standar harga sebagai dasar perencanaan anggaran.

  • Amawabumi (Aplikasi Manajemen Aset Bangun Guna Serah): Digunakan untuk mengelola pemanfaatan barang milik daerah, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

  • KKPD (Kartu Kredit Pemerintah Daerah) & SP2D Online: Mempermudah proses belanja daerah serta meningkatkan transparansi transaksi keuangan.

  • Purnadi (Pelayanan Surat Penghentian Pembayaran Digital): Mempercepat proses administrasi keuangan secara digital.

  • Teken (Tanda Tangan Elektronik): Mendukung digitalisasi dokumen keuangan.

  • e-BMD: Aplikasi dari Kemendagri untuk pengelolaan aset daerah secara lebih tertib dan akuntabel.

Kepala BPKAD Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah, menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan memastikan setiap belanja terpetakan secara transparan dan akuntabel.

“Inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik serta mengoptimalkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Pemkab Mojokerto dalam mendigitalisasi seluruh proses pengelolaan keuangan daerah.

“Berbagai inovasi yang dibuat itu untuk mewujudkan tata kelola keuangan pemerintah daerah yang akuntabel, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (rh)

iklan warung gazebo