Pemkab Malang–UM Matangkan Evaluasi Program Sekolah Unggulan 2025

by -11 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Bagus Sulistiawan, Kabid SD dan SMP dan kepala sekolah unggulan dari SD dan SMP


Malang, seblang.com — Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan yang digelar di El Hotel Malang, Selasa (9/12/2025), menjadi forum penting untuk mengukur capaian serta menyusun langkah strategis pengembangan pendidikan di Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kemitraan Pemkab Malang dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang (UM) yang telah berjalan sejak Oktober 2025.

Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menegaskan bahwa kolaborasi dengan UM tidak hanya menyasar kepala sekolah, tetapi juga wakil kepala sekolah serta paguyuban orang tua. Seluruh elemen pendidikan, menurutnya, harus terlibat dalam proses perencanaan dan evaluasi.


“Kita bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang sejak Oktober. Bahkan paguyuban orang tua juga ikut dilibatkan dalam penyusunan perencanaan,” ujarnya.

Pada momentum evaluasi ini, Wabup menekankan pentingnya pemerataan manfaat program, termasuk bagi sekolah swasta.

“Output dari kegiatan ini harus diimbaskan ke sekolah-sekolah lain. Sekolah swasta juga harus mendapatkan manfaat,” tegas Lathifah, yang bertepatan berusia 66 tahun hari ini.

Ia menyebut bahwa evaluasi kolektif ini menjadi titik kontrol penting untuk memastikan arah kebijakan pendidikan tetap sesuai tujuan.

“Kita ingin memastikan seluruh kegiatan benar-benar memberikan dampak pada peningkatan mutu sekolah,” katanya.

Wabup juga mengungkapkan telah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sekolah untuk melihat perkembangan di lapangan.

“Saya sudah datang ke beberapa sekolah dan semuanya antusias,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistiawan, menegaskan bahwa evaluasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan berkeadilan.

“Kami ingin memastikan program ini berjalan bukan hanya sebagai slogan, tetapi betul-betul berdampak pada tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran, dan moral mental pendidikan,” jelasnya.

Bagus menyebut bahwa sekolah unggulan harus memiliki indikator terukur, pemetaan kebutuhan nyata, serta strategi adaptif terhadap tantangan zaman seperti digitalisasi dan penguatan kurikulum kontekstual.

“Jika ingin membangun peradaban pendidikan yang kuat, sekolah unggulan tidak cukup dilihat dari fasilitas gedung saja, tetapi dari DNA kepemimpinannya,” tegasnya.

Pemkab Malang pun optimistis bahwa perluasan sekolah unggulan dapat dilakukan secara bertahap.

“Yang penting berhasil dulu, karena sekolah lain sedang menunggu. Dalam lima tahun kami ingin semua sekolah menjadi sekolah unggulan,” pungkas Bagus.

Dari pihak UM, Ketua Pelaksana Program, Dr. Ahmad, menyampaikan bahwa tahun 2025 ditetapkan sebagai fase fondasi bagi seluruh sekolah dampingan.

“Ibarat membangun rumah, tahun ini kita masih memperkuat dasar. Tahun 2026 kita targetkan bisa berlari lebih kencang sesuai harapan Pemkab Malang,” katanya.

Ahmad mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah dampingan menunjukkan perkembangan signifikan. “Sejak awal kami melihat kondisi sekolah yang belum masuk kategori unggulan, dan sekarang sudah banyak perbaikan. Mulai dari penataan ruang, kurikulum, hingga pelaksanaan pembelajaran,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa dari total 11 kegiatan utama dalam program sekolah unggulan, sebagian besar telah diselesaikan.

Hari ini merupakan kegiatan ke-10, yaitu evaluasi dan refleksi. Tinggal satu kegiatan lagi, yakni penyusunan laporan akhir,” terang Ahmad.

Ia menegaskan kesiapan UM untuk kembali melanjutkan pendampingan bila dipercaya Pemkab Malang.

“Kami berharap diminta kembali. Kami bekerja optimal dan tidak mau mengecewakan. Kerja sama ini sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Dalam workshop ini, para kepala sekolah, pengawas, serta Kabid SD dan SMP turut memaparkan perkembangan pendampingan selama program berjalan. Presentasi tersebut menjadi ukuran awal efektivitas program sekaligus bahan acuan untuk peningkatan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang.//////////

iklan warung gazebo