Selanjutnya dia menuturkan dalam operasionalnya 24 armada yang disiapkan dibagi sesuai dengan trayek-trayek yang ada. Dimana pagi hari para sopir mengantar ke sekolah, kemudian pada siang hari menjemput siswa pulang dan mengantar sampai pos-pos yang telah ditetapkan.
“Tetapi untuk antar jemput waktunya tentatif dalam arti dari petugas pengawas angkutan pelajar juga berkomunikasi dengan sekolah-sekolah yang ada sehingga apabila mendapatkan sekolah memulangkan siswa lebih awal petugas akan mengontak sopir untuk merapat sekolah tersebut,” imbuh ayah dua anak tersebut.
Lebih lanjut dia menambahkan 24 armada yang digunakan untuk angkutan pelajar gratis sekitar 25 persen dari sekitar 100 jumlah kendaraan angkutan yang masih beroperasi dan melayani 12 rute di Banyuwangi kota dan sekitarnya.











