Ia juga mengingatkan pekerja migran agar tidak mudah tergiur tawaran gaji besar di luar negeri yang belum jelas kebenarannya.
“Banyak yang terjebak dalam tipuan, khususnya di Kamboja, Myanmar, dan daerah perbatasan konflik. Jangan pernah ke sana. Itu jebakan sistem eksploitasi,” ujar Cak Imin panggilan akrab Muhaimin Iskandar.
Muhaimin menegaskan masyarakat harus selektif dan tidak percaya informasi lowongan kerja dari media sosial yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Bupati Malang, H.M. Sanusi, menyebut setiap tahun sekitar 12.000 pekerja migran berasal dari Malang.
“Desa Arjowinangun termasuk desa yang banyak mencetak tenaga migran. Kami sudah bekerja sama dengan Universitas Kepanjen untuk pelatihan, dan terbuka bagi kampus lain yang memiliki visi sama,” tandas Sanusi.
Menurutnya, pusat global talent akan disesuaikan dengan arahan pemerintah pusat dan perguruan tinggi yang sudah menjalankan program pelatihan tenaga kerja migran.///////////










