“Kalau tiba-tiba ditutup karena cuaca kita gak tahu, karena sudah lama berjam-jam. Perusahan juga mengeluarkan servis makan dan solar lebih karena busnya gak boleh mati mesin selama melakukan pelayanan, untuk fasilitas AC agar pengguna nyaman,” ujar Eko Winarto salah satu sopir bus pariwisata.
Sementara itu penyebab penutupan pelabuhan ini menurut informasi BMKG Banyuwangi karena kondisi angin kencang mencapai 20 km/jam, sehingga juga mempengaruhi tinggi rendahnya gelombang air laut.
“ Kalau untuk cuaca angin dari timur laut 20 Km perjamnya, bahkan kita sudah mengeluarkan peringatan khusus untuk informasi cuaca tersebut, dan untuk kelembaban udara 85 persen “ ujar Ibnu prakirawan BMKG Banyuwangi.//











