Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah nama bakal calon bupati dan wakil bupati Jember. Yakni yang sudah datang ke Kantor DPC PDI Perjuangan untuk menjalin komunikasi.
“Untuk kader kami akui ada nama Anang Hermansyah yang sempat muncul nama sebagai Calon Wakil Bupati Jember. Juga ada nama bakal calon (Bupati Jember) yang datang ke kami. Seperti Gus Fawaid datang silaturahmi ke kami, Incumbent Bapak Hendy, Ada lagi Pak Nanang, dan Mas Kades atau Kamiludin juga datang bersilaturahmi ke kami,” ulasnya.
Sedangkan untuk partai, yang juga akan berkomunikasi terkait koalisi. Lanjut Ipung, ada yang hadir ke Kantor DPC PDI Perjuangan.
“Tujuannya yang hadir, tentu membangun silaturrahmi yakni partai NasDem dan PKB, juga di (Rumah Makan) Lestari jelang lebaran kemarin dengan Gerindra,” jelas Ipung.
“Tentunya pada intinya, tugas kami hanya menjalin komunikasi. Misal ketika ada figur atau sosok yang tidak mendaftar lewat DPC. Bisa ke DPD ataupun DPP. Terkait koalisi, tugas kami di DPC PDI P, menjaring semua tokoh-tokoh. PDIP tidak bisa mengusung sendiri. Sehingga memvalidasi semua data yang masuk. Nanti yang menentukan (calon yang layak), ada di DPP untuk arah koalisi,” sambungnya menjelaskan.
Ipung menambahkan, untuk mengajukan calon potensial tidak bisa dilakukan mandiri. Mengingat, persentase kursi di DPRD Jember yang mensyaratkan kurang untuk mengajukan calon sendiri.
Partai berlambang banteng moncong putih itu, terus melakukan komunikasi untuk berkoalisi dengan partai lain. Sehingga nantinya bisa mengusung calon bupati ataupun wakil bupati pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.
“Komunikasi ini terus kami jalin, tahun 2024 tidak bisa usung sendiri. Karena harus memenuhi 20 persen. Karena hanya 16 persen, Sehingga atas dasar itu kami membangun komunikasi. Untuk mencari kader atau putra-putri warga Jember yang terbaik,” tandasnya.










