Bahkan dia menyatakan rasa kecewa karena Paslon Cabup – Cawabup Banyuwangi tidak bisa mendatangi undangan dialog. Misalkan berhalangan, para kandidat juga tidak mengirim utusan sebagai pengganti. Padahal para pekerja migran yang hadir dalam dialog sangat ingin mendengar komitmen dari setiap kandidat.
“Ya saya merasa gagal karena hanya ada 1 orang yang datang yaitu pak Ali Ruchi. Kandidat lainnya berhalangan hadir karena ada kesibukan lain. Ini juga cukup membuktikan, karena mungkin isu PMI dianggap tidak seksi,” tegasnya.
Dialog interaktif tersebut dihadiri antara lain; para pekerja migran, akademisi, praktisi hukum dan organisasi masyarakat lainnya. Dialog mengurai tentang berbagai persoalan yang banyak dihadapi PMI.
Sementara itu Cawabup Banyuwangi nomor urut 2, Ali Ruchi mengaku isu pekerja migran adalah hal baru baginya. Dia bersedia datang karena ingin belajar sekaligus mendapat masukan dari para praktisi.
“Saya diundang kesini, ini hal baru. Saya datang kesini jujur ingin banyak masukan. Karena bagi kami mereka tau lebih detail soal isu pekerja migran. Sehingga itu baik untuk kami sebagai masukan untuk menyusun program supaya lebih tepat sasaran,” ujar Ali Ruchi.
dia menambahkan dalam dialog interaktif tersebut dirinya menerima masukan soal revisi Perda 15 Tahun 2012 yang dinilai tidak menguntungkan pekerja migran, berkaitan dengan jaminan sosial. Pihaknya pun bakal mengamini permintaan itu.
“Untuk urusan ini kami memiliki program jaminan sosial. Tidak hanya bagi PMI tapi kepada juga untuk Diaspora. Bentuknya nanti kita rumuskan,” tegasnya.









