Ia mengungkapkan bahwa sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi pertanian di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur yang memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Untuk itu, Kementerian Pertanian terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
*Kemiskinan Ekstrem Turun, Desa Mandiri Melonjak*
Selain capaian pangan, Gubernur Khofifah juga memaparkan keberhasilan penanggulangan kemiskinan. Tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa Timur pada periode Maret 2026 kian melandai dan nyaris tuntas di angka 0,29 persen.
Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penguatan peran desa sebagai episentrum ekonomi kerakyatan. Saat ini, Jawa Timur mencatatkan 4.716 desa mandiri melalui optimalisasi BUMDes dan perluasan desa wisata.
“Seluruh orkestrasi pembangunan ini kita jadikan desa sebagai episentrumnya, karena pada dasarnya sektor pertanian banyak di desa. Potensi lokal terbukti mampu berbicara di panggung global berkat kerja keras sinergis antara pemerintah pusat, pemprov, kabupaten/kota, hingga tingkat desa,” ujar Khofifah.
Capaian positif juga dicatatkan pada sektor ketenagakerjaan, di mana Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim berhasil ditekan hingga 3,42 persen pada Mei 2026. Resiliensi ekonomi ini turut ditopang oleh kualitas pendidikan vokasi berstandar global, di mana sebanyak 4.915 lulusan SMK di Jatim telah diserap bekerja dan magang di 13 negara.
*Jatim Akses dan Infrastruktur Strategis*
Konektivitas wilayah turut diperkuat melalui program Jatim Akses. Transportasi massal Trans Jatim kini telah mengoperasikan 8 koridor yang melayani wilayah Gerbangkertasusila dan Malang Raya dengan total akumulasi penumpang mendekati 23 juta jiwa serta tingkat okupansi mencapai 103 persen.
Infrastruktur strategis seperti ruas jalan Pantai Selatan (Pansela) di Tulungagung sepanjang 51,56 kilometer dan Tol Gending-Paiton sepanjang 24 kilometer juga telah resmi dibuka guna memperlancar arus logistik daerah.
Sementara itu, pada sektor pendidikan dan kesehatan, lulusan SMA, SMK, dan Aliyah di Jatim sukses mencatatkan rekor 7 tahun berturut-turut diterima terbanyak di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia. Adapun cakupan jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) telah melindungi 96,12 persen warga Jatim per September 2026, dengan usia harapan hidup menembus 75,36 tahun.
Menutup pidatonya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa seluruh capaian dalam bingkai Nawa Bhakti Satya ini merupakan hasil kerja kolektif lintas elemen yang harus terus dikawal melalui sinergi konstruktif bersama legislatif.
“Falsafah Jer Basuki Mawa Beya mengingatkan kita bahwa keberhasilan memerlukan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. Nilai tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan amanat rakyat untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.(*/ady).












