“Lomba Karapan Sapi Madura harus tetap dibina dan tidak boleh sampai tergerus, sehingga tetap menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Madura.
Panglima TNI Yudo menunjukkan bahwa TNI adalah bagian dari rakyat dan untuk rakyat.
“TNI harus membantu masyarakat karena TNI berasal dari rakat dari rakyat untuk rakyat,” ujarnya.
Melalui kehadirannya dalam Lomba Karapan Sapi, Panglima memberikan contoh nyata bahwa setiap elemen yang ada di Indonesia, termasuk TNI, harus berkontribusi dalam melestarikan budaya dan tradisi.
Melalui sosok dan tindakannya, Panglima TNI Yudo memberikan harapan dan inspirasi baru bagi pelestarian budaya lokal, serta memperkuat posisi TNI sebagai pelindung dan penjaga kebhinnekaan Indonesia. (*)











