Situbondo, seblang.com – Di balik hamparan hijau persawahan yang menjadi urat nadi ekonomi Kabupaten Situbondo, terselip kisah keberanian yang jarang tersorot kamera. Di Bendung Pintu 5, Desa Kotakan, para petugas juru air dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) UPT Situbondo Bendung Sampian Lama berdiri sebagai garda terdepan, mempertaruhkan keselamatan demi memastikan air tetap mengalir ke sawah-sawah petani.
Tugas yang mereka emban jauh dari kata ringan. Dengan peralatan yang sangat terbatas dan sebagian besar masih mengandalkan tenaga manual, para petugas tak gentar terjun langsung ke dasar sungai yang curam. Di bawah ancaman arus deras serta risiko terseret debit air yang tak menentu, mereka berjibaku membersihkan sumbatan sampah agar aliran sungai tetap terkendali dan tidak meluap.

Bagi para abdi daerah ini, jam kerja bukan sekadar hitungan waktu. Pantauan dilakukan hampir setiap saat tanpa mengenal lelah.
Pagi hingga Siang: Bergelut dengan terik matahari untuk membersihkan sedimen dan sampah rumah tangga.
Sore hingga Malam: Meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi debit air.
Dini Hari: Tetap bersiaga di tengah kegelapan dan udara dingin untuk mengantisipasi ancaman banjir kiriman.
“Bukan sekadar pekerjaan, ini adalah panggilan jiwa untuk memastikan kemakmuran petani dan keselamatan warga tetap terjaga,” ujar Humaidi, salah satu petugas, dengan wajah lelah namun tetap tersenyum ikhlas, Jumat (13/3/2026).
Dedikasi luar biasa ini tak luput dari perhatian warga. Didit, salah seorang petani setempat, mengaku terenyuh saat melihat langsung aksi para petugas pada pukul 23.00 WIB.
“Ini sangat luar biasa. Saya bangga dan sangat mengapresiasi kinerja teman-teman juru air. Mereka turun langsung membersihkan sampah yang menghambat di Pintu 5 tanpa mengenal waktu. Bagi saya, merekalah pahlawan bagi para petani,” ungkap Didit dengan nada kagum.
Ia menambahkan bahwa keberanian para petugas yang terjun langsung dengan tenaga manual di tengah malam adalah bentuk pengabdian yang melampaui tugas administratif.
“Mereka bertaruh nyawa hanya demi menjalankan tugas mulia ini,” pungkasnya.
Perjuangan para juru air ini menjadi napas bagi produktivitas pertanian di wilayah hulu. Berkat kerja keras mereka, setiap bulir padi mendapatkan pasokan air yang cukup, sekaligus membantu masyarakat di kawasan permukiman terhindar dari ancaman banjir. Meski risiko besar selalu mengintai, semangat sebagai abdi negara tetap menjadi penggerak utama dalam setiap langkah mereka di derasnya arus Sungai Sampian Lama./////////////











