Dengan tenggat waktu hampir sebulan, para peserta yang telah dilatih memiliki cukup waktu untuk menghasilkan produk berkualitas.
“Proses pelatihan dilakukan selama dua hari dengan didampingi oleh mentor. Namun, setelah itu, mereka tetap dapat berkonsultasi secara online dengan mentor jika mengalami kendala selama proses produksi,” tambah Henik.
Henik berharap bahwa melalui pelatihan ini, para perempuan kepala keluarga dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Mereka diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dengan menjual produk kue kering menjelang perayaan Lebaran.
“Kami berharap bahwa hasil penjualan kue kering dapat membantu memenuhi kebutuhan dan keperluan keluarga mereka,” tutupnya.//////











