Optimalkan Hasil Panen Kopi, 225 Petani di Jember Dapat Pelatihan Tingkatkan Hasil Produksi

by -2083 Views
Wartawan: Fitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Kelompok Tani Hutan dapat Pelatihan Pasca Panen Kopi Tahun 2023 di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslit Koka), Kecamatan Jenggawah, Jember, Jumat (1/12/2023).


Dengan adanya pelatihan pasca panen kopi juga berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur.

Selain mendapatkan manfaat dari potensi produksi kopi itu, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jatim Dapil Jember-Lumajang H. Satib menyampaikan. Pentingnya kesadaran terkait pengoptimalan edukasi produksi kopi kepada para KTH di wilayah Kabupaten Jember.

“Jadi dari sering komunikasi dengan teman-teman dari LMDH (KTH). Dari tahun ke tahun itu kurang begitu ada peningkatan yang signifikan. Nah setelah dari sering komunikasi itu, terungkap kurangnya soal edukasi tentang peningkatan kualitas,” ungkap H. Satib.

Sehingga pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak eksekutif Pemprov Jatim. Terkait dengan adanya program peningkatan mutu pasca panen kopi itu.

“Nah dari sinilah kemudian saya berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Jawa Timur, akhirnya diprogram dan dilakukan kegiatan pelatihan semacam ini,” ucapnya.

Dari program kerja yang dilakukan itu, kata H. Satib, tidak ingin hanya sekedar melakukan pelatihan saja.

Nantinya, akan berlanjut pada tahapan progres tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya bagi yang berada di wilayah hutan.

“Sehingga tidak lagi memproduksi kopi sampai hasil pertanian saja, tapi bisa semacam menjadi perusahaan manufacturing dalam skala kecil. Atau mungkin Industri Kecil Menengah (IKM). Sehingga bisa ditangani dari hulu sampai hilir kemanfaatan dari petani ini,” ulasnya.

“mungkin nanti juga akan dilanjutkan dengan pengadaan peralatan (proses lanjutan pengolahan biji kopi), yang kemudian diajukan ke Pemprov Jatim,” kata pria dari Legislator Gerindara itu.

Terpisah, salah satu Anggota KTH asal Kecamatan Panti Usman Pamungkas, mengatakan. Dengan adanya pelatihan pasca panen kopi itu, dirasa sangat bermanfaat bagi para petani.

“Selama ini kita mendapat pelatihan pola tanam dari budi daya tanamnya saja. Untuk pelatihan pasca panennya memang kita belum pernah,” ungkapnya.

Sehingga, kata Usman, adanya pelatihan pasca panen kopi itu Paling tidak, bisa meningkatkan kemampuan para petapi kopi.

“Biasanya kan kita jualnya hanya bijinya saja setelah panen itu. Untuk dibuat produksi kelanjutannya kita belum pernah,” ungkapnya

“Nah ketika nantinya kita punya ketrampilan lain, kita akan mendapatkan nilai ekonomis lebih dari hasil yang kita dapatkan,” sambungnya.

Diakui oleh Usman, pihaknya kesulitan ditingkat pemasarannya.

“Setelah kopi itu jadi bubuk, dan di roasting, kita bingungnya ditingkat pemasarannya. Dengan adanya pelatihan ini kita harapkan juga di edukasi bagaimana cara untuk memasarkan. Supaya nanti ada inovasi dari hasil panen kita,” tandasnya.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *