“Dalam era globalisasi yang terus berkembang, persaingan di berbagai bidang semakin ketat. Melalui sertifikasi BNSP, kita dapat meraih standar kompetensi yang tinggi dan terus mengasah keterampilan kita sesuai dengan perkembangan terkini,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Kadisnakertrans, Tavip Wiyono menyampaikan, bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pelatihan keterampilan yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT).
Pelatihan yang dilaksanakan dari tanggal 9 Juli hingga 22 Juli 2024 ini diikuti oleh 20 peserta. Sebanyak 10 peserta dipilih melalui penjaringan online yang dilakukan melalui Instagram Dinas Tenaga Kerja, dengan total pendaftar mencapai 314 orang. Sementara itu, 10 peserta lainnya merupakan kontribusi dari APTI.
Tavip menjelaskan bahwa pelatihan kali ini adalah pelatihan kedua yang menggunakan dana DBHCHT, dan masih ada beberapa pelatihan lainnya yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang.
“Kami berharap setelah pelaksanaan pelatihan selama 12 hari ini dapat berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Blitar, menambah semangat dan keterampilan serta taraf kehidupan para peserta. Jangan lupa untuk terus mengupdate ilmu agar tidak ketinggalan zaman,” ujarnya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan berkontribusi positif terhadap pembangunan Kabupaten Blitar. Semoga seluruh peserta sukses dalam uji kompetensi besok dan terus berinovasi dalam bidang tata rias. (adv/cht)









