Banyuwangi, seblang.com – Polresta Banyuwangi memulai Operasi Ketupat Semeru 2026 melalui apel gelar pasukan yang digelar di mapolresta setempat, Kamis (12/3/2026). Operasi pengamanan Lebaran ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, untuk mengamankan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Apel tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, untuk mendukung kelancaran operasi, pihaknya menyiapkan 12 pos pengamanan di sejumlah titik strategis.
Pos tersebut terdiri dari satu pos terpadu serta 11 pos pengamanan dan pelayanan yang disiapkan untuk membantu masyarakat selama masa mudik.
Salah satu titik yang menjadi fokus pengamanan adalah Pelabuhan Ketapang, yang merupakan pintu penyeberangan utama jalur Jawa–Bali.
Menurut Rofiq, pengamanan mudik tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Sebab, puncak arus mudik Lebaran diprediksi bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali, yang menyebabkan layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk harus dihentikan sementara.
“Diperkirakan ada peningkatan penumpang sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu. Karena itu pengamanan jalur menuju Pelabuhan Ketapang menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal dari PT ASDP Indonesia Ferry, operasional Pelabuhan Ketapang akan dihentikan sementara mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
Sementara itu dari sisi Bali, Pelabuhan Gilimanuk juga ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA dalam rangka pelaksanaan Nyepi.
Penutupan sementara tersebut diperkirakan memengaruhi pola pergerakan kendaraan menuju pelabuhan.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, kepolisian menyiapkan buffer zone atau kantong parkir sementara sebagai tempat penampungan kendaraan jika terjadi antrean panjang.
“Jumlah buffer zone kami tambah dari tahun lalu untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan,” kata Rofiq.
Melalui Operasi Ketupat Semeru 2026, kepolisian juga melakukan patroli keamanan di masjid-masjid, tempat perbelanjaan hingga wisata. Selain itu petugas akan melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggal mudik, serta mengoptimalkan layanan call center 110 untuk menerima laporan dan permintaan bantuan masyarakat selama masa Lebaran.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar tidak khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah. Warga dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan di kantor-kantor polisi terdekat.
“Bagi masyarakat yang akan mudik dan khawatir meninggalkan kendaraannya, silakan menitipkan di kantor polisi terdekat. Layanan ini kami sediakan untuk membantu masyarakat agar mudik lebih tenang,” ujarnya.











