Kapolda Jatim juga berharap betul kontribusi dari kewilayahan yang juga menjadi tracing bagi para perguruan pencak silat karena Polda Jatim pernah membuat satu komitmen.
Oleh karenanya Kapolda Jatim menegaskan kepada seluruh perguruan pencak silat di Jatim dengan komitmen yang telah dibangun agar dipatuhi.
Karena jajaran kepolisian di Jawa Timur akan tegas melakukan penegakan hukum kalau memang langkah langkah yang pernah disepakati dan pernah sampaikan masih juga dilakukan, pelanggaran pelanggaran hukum masih dilakukan./////
“Kita akan tegas kepada mereka yang membuat keributan, yang membuat keonaran, baik di jalan, dilingkungan masyarakat atau dimanapun. Tolong kegiatan suro ini bisa berjalan dengan aman sampai selesai,” tegas Irjen Toni.
Dijelaskan oleh Kapolda Jatim, guna mengantisipasi kericuhan di jalanan, nantinya Polda Jatim akan menerjunkan anggota Polri bersama TNI dan stakeholder.
“Kita sudah siapkan pos pos yang didirikan yang menjadi potensi, termasuk makam yang mungkin dikunjungi Masyarakat dalam rangkaian kegiatan suroan,”ujar Irjen Toni.
Ditegaskan lagi oleh Kapolda Jatim, agar seluruh Masyarakat memperingati bulan Suro atau Suroan ini tetap menjadikan bulan religius dan tidak menimbulkan keresahan serta kekhawatiran yang menjadi kesan negative.
Kapolda Jatim juga menghimbau kepada Masyarakat agar di bulan Suro ini untuk bersama-sama saling menghormati dan menghargai antar elemen masyarakat.
“Jika coba coba melakukan pelanggaran hukum di jalan, kemudian menyakiti masyarakat, melakukan penghakiman kami akan lakukan langkah hukum dengan tegas,” tutup Irjen Toni. (*)









