“Sementara ini, yang melapor ada dua orang. Diperkirakan yang menjadi korban oknum guru ini, lebih dari dua anak. Korbannya laki-laki semua, termasuk anak saya,” kata DN, salah satu orang tua korban kepada wartawan di Mapolresta Banyuwangi.
DN mengatakan, kasus itu diketahui setelah dia melihat perubahan perilaku anaknya. Sehingga DN pun mempertanyakannya kepada sang anak. DN pun terkejut, ketika putranya itu mengaku dicabuli berulang kali oleh BDR saat menjadi wali kelasnya.
“Anak saya mengaku dicabuli BDR, saat kelas 6 SD (menjadi murid terduga pelaku). Pencabulan itu dilakukan ketika les di rumah BDR. Alat kelamin anak saya dipegang-pegang dan dimainkan. Anak saya diancam tidak diluluskan jika tidak menurutinya,” beber DN.
Bejatnya lagi, kata DN, perbuatan cabul itu dilakukan di hadapan siswa yang lain, yang saat ini juga melaporkan kasus yang sama. Disinyalir, jumlah korban pencabulan oknum guru SD ini lebih dari dua orang. “Namun semuanya enggan melapor karena takut dan malu,” ujar DN.
Kasi Humas Polresta Iptu Lita Kurniawan membenarkan adanya laporan pencabulan tersebut. Kini, tim penyidik Unit Reknata Satreskrim Polresta Banyuwangi tengah menindak lanjuti laporan tersebut.
“Karena korbannya anak-anak, kita harus hati-hati dalam penanganan kasus ini. Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap korban dan terduga pelaku untuk menemukan bukti-bukti pencabulan,” kata Iptu Lita.//









