Banyuwangi, seblang.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar sosialisasi dan edukasi literasi keuangan masyarakat melalui ajang Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2025 yang berlangsung pada 17–18 Oktober di Gesibu Blambangan.
Kepala OJK Jember, Muhammad Mufid, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya bersama antara OJK dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Banyuwangi untuk mempercepat inklusi keuangan masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Bayangkan pembatik di Banyuwangi bisa dengan mudah mendapatkan akses permodalan dari lembaga jasa keuangan, menabung dari hasil penjualan batik, bahkan menjual produknya secara online. Maka masyarakat Banyuwangi akan semakin sejahtera,” ujar Mufid.
Ia menuturkan, hingga triwulan ketiga 2025, OJK Jember telah melaksanakan 48 kegiatan edukasi keuangan yang melibatkan 22.463 orang dari berbagai lapisan masyarakat.
Selain itu, bersama Pemkab Banyuwangi, OJK juga aktif menjalankan program Satu Rekening Satu Pelajar, literasi keuangan bagi komunitas difabel, serta edukasi kepada tiga pilar pemerintahan daerah.
Menurut Mufid, edukasi keuangan sangat penting karena masih banyak masyarakat yang tertipu investasi bodong akibat tergiur iming-iming keuntungan besar tanpa risiko.
“Di sini Pemkab dan OJK hadir untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat,” tegasnya.
OJK juga mencatat, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada triwulan kedua 2025 mencapai 5,58 persen, lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur (5,23 persen) dan nasional (5,12 persen).
Sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan batik menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Lebih menggembirakan lagi, tingkat kemiskinan Banyuwangi menurun menjadi 6,13 persen, terendah sejak 2003.
“Hari ini OJK sangat bangga berkolaborasi dengan Banyuwangi Batik Festival. Karena batik bukan sekadar motif, tapi hasil kerja keras, kreativitas, dan ketekunan — sama seperti inklusi keuangan yang membutuhkan proses panjang hingga menghasilkan karya bernilai tinggi,” tandas Mufid.
Tahun ini, BBF yang selalu mendapat animo tinggi dari masyarakat juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan.
OJK menghadirkan Pameran Lembaga Jasa Keuangan yang menyediakan berbagai layanan, produk, dan informasi terkait keuangan bagi masyarakat, serta menampilkan beragam karya batik dari puluhan pelaku UMKM Banyuwangi.
Puluhan stan lembaga keuangan dan pengrajin batik berjejer rapi menampilkan produk unggulan mereka. BBF 2025 mengusung tema “Gemelare Jarit Wader Kesit”, terinspirasi dari salah satu motif khas batik Banyuwangi.
Motif tersebut menjadi sorotan dalam parade pemilihan Duta Batik Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang diikuti 36 peserta.
“Ini gerakan bersama untuk memperkuat budaya lokal dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan bagi masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyaksikan BBF, Jumat malam (17/10/2025).
Menurut Bupati Ipuk, banyak sekali motif batik khas Banyuwangi.
Tema Wader Kesit dipilih untuk mengenalkan dan mempopulerkan karya batik lokal agar semakin dicintai masyarakat luas.
Dalam kegiatan ini, masyarakat juga mendapat sosialisasi langsung dari OJK mengenai literasi keuangan, termasuk cara menghindari pinjaman online ilegal, bahaya judi online, serta kewaspadaan terhadap investasi bodong.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membuka wawasan masyarakat, agar literasi keuangan tidak hanya tahu angka, tapi juga arah hidup,” pungkas Bupati Ipuk.////////////////










