OJK Jember Gelar Evaluasi Kinerja BPR & BPRS Semester II Tahun 2023

by -2824 Views
Wartawan: Nurhadi/rilis OJK
Editor: Herry W. Sulaksono


Jember, seblang.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember mengadakan Evaluasi Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Semester II Tahun 2023 pada Senin, di sebuah hotel di Kota Solo pada Senin (6/ 5/ 2024).

Dalam pertemuan yang mengambil tema, “Mendorong Daya Saing BPR melalui Penguatan Pengelolaan Aset Produktif” tersebut dihadiri Direksi dan Komisaris dari 36 BPR/S di bawah pengawasan Kantor OJK Jember.


“Evaluasi kinerja yang dilakukan merupakan salah satu wujud konkrit concern OJK Jember terhadap perkembangan industri BPR di wilayah Sekar Kijang. Pertemuan tahunan kali ini mengangkat tema “Mendorong Daya Saing BPR/S melalui Penguatan Pengelolaan Aset Produktif”,” ujar Kepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution dalam rilis yang dikirim pada Senin (6/ 5/ 2024).

Menurut Hardi Rofiq dalam kegiatan evaluasi ini, OJK memberikan pemaparan mengenai perkembangan kinerja BPR sampai dengan semester II 2023, evaluasi pencapaian roadmap Pengembangan BPR/S 2021 – 2025 di wilayah Sekar Kijang, evaluasi kesiapan penerapan SAK EP bagi BPR serta isu-isu terkini yang terkait dengan aspek regulasi maupun dinamika industri perbankan yang perlu diperhatikan oleh Pengurus BPR.

Hardi Rofiq Nasution, menuturkan sampai dengan akhir tahun 2023 perekonomian Jawa Timur (Jatim) menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,95% (yoy). Sejalan dengan hal tersebut sektor keuangan di Jatim mencatatkan kinerja yang positif, tercermin dari peningkatan volume usaha perbankan yang mencapai sebesar 6,45% (yoy).

Kinerja positif perbankan di Jatim tersebut, tidak terlepas dari peran serta industri BPR di wilayah Sekar Kijang yang pertumbuhan aset, DPK dan kreditnya masingmasing mencapai 4,68%, 4,62% dan 4,17% (yoy). Fungsi intermediasi BPR di wilayah Sekar Kijang cukup baik dengan rasio Loan to deposit ratio merupakan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) sebesar 75,81%.

Risiko kredit BPR tergolong cukup tinggi, tercermin pada rasio Non performing loan (NPL) sebesar 11,30% namun rasio kecukupan modal BPR masih tergolong memadai untuk menyerap dampak risiko tersebut dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 44,17%.

“OJK berharap kepada Pengurus BPR di wilayah Sekar Kijang untuk memperhatikan potensi peningkatan jumlah kredit bermasalah dengan senantiasa memantau secara ketat perkembangan kualitas kredit yang disalurkan,” ujar Hardi Rofiq

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *