“Saya yakin Banyuwangi dapat menjadi teladan dalam pemanfaatan kapal-kapal ini. Saya percaya bahwa pengelolaan kapal bantuan di Banyuwangi akan berjalan lancar,” tambah Wahyu.
Kapasitas kedua kapal bantuan tersebut, masing-masing 106,67 GT dan 60,05 GT, akan memungkinkan nelayan untuk menangkap ikan dalam jarak yang lebih jauh dan dengan kapasitas tangkapan yang lebih besar.
“Karena kapal-kapal ini berukuran besar, nelayan akan membutuhkan pengetahuan dan keterampilan baru untuk mengoperasikannya. Jika diperlukan, kami siap menyelenggarakan pelatihan, dan terdapat Balai Pelatihan di Banyuwangi yang siap membantu,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih kepada KKP atas bantuan kapal yang diberikan kepada nelayan Banyuwangi. Ia berharap bahwa kapal-kapal ini akan membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami berharap bahwa dengan kapal-kapal yang lebih besar ini, hasil tangkapan nelayan akan meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak pada produksi perikanan tangkap,” kata Ipuk.
Ia juga mengakui bahwa sektor perikanan merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi. Dengan produksi perikanan mencapai 49,37 ribu ton per tahun dan jumlah nelayan mencapai 29 ribu orang, perikanan memiliki peran penting dalam ekonomi daerah tersebut.
“Saya juga mengingatkan penerima kapal-kapal ini untuk memanfaatkannya dengan baik, merawatnya, dan Dinas Perikanan akan memberikan bimbingan dalam pengelolaannya,” tambah Ipuk. (*)










