“Umur tidak ada yang tahu. Saya juga ingin fokus beribadah umroh,” ujarnya
Dengan pelayanan kurang prima itupun, Agus kapok bermitra dengan BRI. Diapun berniat mengalihkan seluruh uangnya yang berjumlah milyaran dari BRI ke Bank lainnya.
“Sumpah saya kapok. Akan saya pindah semua uang saya,” kesalnya.
Sementara itu, Luluk salah satu staf BRI Banyuwangi mengatakan bahwasanya prosedur pelunasan via auto debet di bank tempatnya bekerja harus mendapatkan acc dari pimpinan.
“Prosedur kami, pengajuan pelunasan harus ditandatangani oleh pimpinan terlebih dahulu. Jika tidak ditanda tangani, tidak bisa diproses. Itupun pengajuanya minimal sepuluh hari kerja sebelumnya. Tetapi untuk Pak Agus hari itu juga dan kebetulan pimpinan di luar,” ujar Luluk.
Dengan adanya protes keras tersebut akhirnya BRI Banyuwangi mendatangi kediaman Agus untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan tanda bukti pelunasan sekalian sejumlah sertifikat agunan.











